News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

SUBSCRIBE INMAGELANG

Nawang Wulan Bidadari Cantik Yang Buat Anak Bupati Tuban Jatuh Cinta

Nawang Wulan Bidadari Cantik Yang Buat Anak Bupati Tuban Jatuh Cinta

👍 Biasakan membaca artikel sampai selesai yappp man teman 😍 🙈, dan biasakan membaca dulu baru berkomentar 😅. supaya tidak ada dusta di antara kita, xixixi 🙏 😜


inmaWOW
, inMagelang.com - Nawang Wulan dikisahkan merupakan bidadari dari kayangan. Kecantikannya sangat luar biasa sehingga membuat Joko Tarub yang merupakan anak Bupati Tuban Jawa Timur tertarik, Joko Tarub sejak kecil hidup dan tinggal di Desa Tarub.

Joko Tarub merupakan seorang pemuda yang punya kegemaran berburu burung. Suatu pagi seperti biasanya Joko Tarub melakukan perburuan sampai tibalah dirinya pada suatu rimba lebat. Di hutan itu bukannya terdengar kicau burung, akan tetapi justru terdengar sayup-sayup dari kejauhan terdengar canda tawa para gadis di sela-sele gemercik air terjun.

Terbawa rasa penasaran, ditelusurilah arah suara itu. Bukan kepalang terkejutnya Joko Tarub akan apa yang dilihatnya pada sumber suara itu, dirinya melihat sekelompok gadis cantik yang sedang mandi tanpa menggunakan sehelai benang pun.

Di balik bebatuan pemuda itu pun mengintip pemandangan yang seumur hidup belum pernah dilihatnya itu. Muncullah niat nakal Joko Tarub mengambil 1 dari beberapa pakaian berikut selendang yang tergeletak di bebatuan tidak jauh dari tempat dirinya mengintip.

SELENDANG ITU UNTUK TERBANG RUPANYA


Matahari mulai perlahan terbenam, Tanda jika senja mulai datang. Para gadis cantik itu pun segera menyudahi mandi mereka dan bergegas menuju bebatuan untuk mengambil pakaiannya diletakkan.

Satu persatu, gadis-gadis mulai mengenakan pakaian mereka. Usai semua terpakai, kain selendang itu di ikatkan pada pinggulnya. Gadis-gadis misterius itu pun mulai terbang satu persatu menuju langit.

Diketahui bahwa ternyata selendang yang digunakan pada pinggul para gadis itu adalah sebagai pengganti sayap untuk terbang menembus awan. Baru disadari oleh Joko Tarub jika rupanya para gadis cantik yang mandi tadi adalah sekelompok bidadari dari kayangan yang sedang turun ke bumi untuk mandi di air terjun.

Tidak sia-sia Joko Tarub mencuri pakaian dan selendang salah satu bidadari cantik itu. Ini artinya dirinya akan bisa mendapatkan satu diantara ribuan mahkluk cantik penghuni kayangan.

Semua bidadari sudah terbang ke kayangan, hanya tinggal 1 bidadari yang masih tertinggal di belantara lantaran selendangnya dicuri oleh Joko Tarub. Bidadari malang itu bernama Nawang Wulan.

MENIKAHI NAWANG WULANG SI BIDADARI KHAYANGAN


Bagaikana dewa penolong, mendadak Joko Tarub muncul dari balik bebatuan untuk menemani kegelisahan Nawang Wulan. Ditengah kebingungannya, akhirnya Nawang Wulan menerima ajakan Joko Tarub untuk diajak pulang ke rumahnya.

Sesampainya di rumah, Joko Tarub segera lari ke lumbung padi belakang rumahnya untuk menyembunyikan pakaian dan juga selendang milik Nawang Wulan yang ia curi tadi.

Usai cukup lama dua sejoli itu hidup tanpa ikatan di dalam satu rumah, akhirnya Joko Tarub pun menikahi Nawang Wulan. Dari pernikahan itu terlahirnya akhirnya bayi perempuan dengan nama Nawangsih.

Sebagai mahkluk Khayangan, rupanya Nawang Wulan punya kesaktian yaitu bisa mengubah setangkai padi menjadi sebakul nasi. Jadi untuk mencukupi kebutuhan makan nasih sekeluarga, Nawang Wulan hanya cukup membutuhkan setangkai padi saja yang dimasukkan ke dalam sebuah bakul yang kemudian ditutup untuk nantinya bakal ia sendiri ubah menjadi nasi.

Akan tetapi suatu hari kesaktian Nawang Wulan hilang kala pagi itu ia berangkat ke sungai untuk mencuci pakaian. Sebelum berangkat dirinya berpesan kepada Joko Tarub agar sementara mengasuh Nawangsih di rumah dan jangan pernah sekali-kali membuka bakul nasib sebelum dirinya pulang.

MELANGGAR PESAN NAWANG WULAN


Hari mulai siang, Nawang Wulan tidak kunjung pulang sedangkan Nawangsih menangis terus menerus, Joko Tarub yang bingung akhirnya membuka bakul nasi untuk menyuapi Nawangwih. Bukannya nasi yang didapatkan oleh Joko Tarub, akan tetapi Joko Tarub hanya mendapat setangkai padi pada bakul nasi.

Sesampainya dirumah Nawang Wulan menyaksikan bakul nasih sudah kebuka. Kecewanya Nawang Wulan terhadap Joko Tarub bukan main, karena suaminya tidak mengindahkan larangannya, kesaktian Nawang Wulan pun mendadak hilang.

Usai kejadian itu, hampir setiap hari Nawang Wulan harus mengambil beras di lumbung belakang rumah untuk ditanak menjadi nasi. Dan untuk membuat nasi pun kini harus ditanah karena Nawang Wulan sudah tidak bisa menggunakan kesaktiannya.

Lama kelamaan padi di lumpung makin menyusut. Di suatu hari pada sela-sela tumpukkan pada bagian bawang Nawang Mulan menemukan sebuah bungkusan kain berisikan selendang miliknya yang dulu hilang ketika ia mandi di Air Terjun.

Nawang Wulan pun baru sadar jika dirinya selama ini sudah dibohongi oleh Joko Tarub. Rupanya selendangnya tidak hilang melainkan di sembunyikan oleh Joko Tarub.

NAWANG WULAN KEMBALI KE KHAYANGAN


Dikenakan kembali selendang itu dan mendadak Nawang Wulan berubah wujud kembali menjadi bidadari. Dalam kemarahannya itu, Nawang Wulan menemui Joko Tarub dan bersumpah untuk meninggalkan bumi dan tinggal lagi ke khayangan untuk selamanya.

Nawang Wulan meminta kepada Joko Tarub agar dibuatkan sebuah dangau, yaitu gubuk bambu kecil yang ditutup rapat. Jika Nawangsih menangis, maka Joko Tarub harus meletakkannya di dangau itu. Karena suara tangis Nawangsih terdengar sampai ke khayangan. Dan ketika anaknya menangis Nawangwulan akan turun ke bumi untuk menyusui dan menidurkan Nawangsih.

Sepeninggalan Nawang Wulan, tinggallah Joko Tarub seorang diri merawat Nawangsih. Setiap kali putrinya itu menangis, Joko Tarub selalu ingat pesat istrinya untuk meletakkannya ke dangau.

Joko Tarub hanya bisa meratapi dan juga mendengarkan suara merdu Nawang Wulan yang sedang menyusui dan menyanyikan lagu untuk Nawangsih dari balik-balik bambu itu, tanpa bisa memandang wajah cantik Nawang Wulan lagi.

Seiring berjalannya waktu, Umur Nawangsih pun makin besar dan dia tidak lagi menyusu. Nawang Wulan tidak lagi turun ke bumi untuk menyusui dan menidurkan putrinya di dangau. Untuk selamanya Joko Tarub tidak bisa lagi mendengar suara Nawang Wulan apa lagi melihat paras cantiknya.

Tags