News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

SUBSCRIBE INMAGELANG

Datuk Mujib, Guru Spiritual Soekarno Yang Dikenal Punya Banyak Karomah Luar Biasa

Datuk Mujib, Guru Spiritual Soekarno Yang Dikenal Punya Banyak Karomah Luar Biasa

👍 Biasakan membaca artikel sampai selesai yappp man teman 😍 🙈, dan biasakan membaca dulu baru berkomentar 😅. supaya tidak ada dusta di antara kita, xixixi 🙏 😜


inmaWOW
, inMagelang.com - Bung Karno memang dikenal dengan begitu banyak pesona dan juga kehebatannya. Tidak hanya sukses dalam memimpin negeri, beliau juga dikenal ahli dalam berpolitik bahkan hingga level Internasional.
Maka dari itu di awal kemerdekaan, meski baru seumur jagung, akan tetapi Indonesia sudah diakui oleh dunia.

Dan dibalik keberhasilan sosok Soekarno itu tentu tidak lepas dari banyak bantuan orang lain, termasuk guru spiritualnya yang luar biasa. Dia adalah Datu Mujib, seorang ulama besar yang juga dikenal memiliki banyak karomah. Mari kita mengenal lebih lagi sosok Guru Spiritual Presiden pertama Indonesia ini.

GURU SPIRITUAL SOEKARNO

Datuk Mujib bin Sa'abah bisa dikata bukanlah seorang ulama biasa. Beliau rupanya sudah banyak mengarang kitab, salah satunya yaitu kitab Rawi Maulid Indonesia. Datuk Mujib merupakan sosok yang begitu dihormati di tanah abang, dulunya beliau sempat mengaji hingga ke India, barulah usai kembali ke Indonesia ia mulai mengajar Tauhid, Akhlaq dan pelajaran Islam lainnya.

Seperti dilansir Republika, silsilah keluarga beliau juga tidak orang sembarangan, pasalnya Datuk Mujib merupakan keturunan raja Bone, Sulawesi Selatan. Bisa dibilang jika beliau ini, selain ulama yang alim juga memiliki darah bangsawan yang masih mengalir pada dirinya.

SOEKARNO TERTARIK LANTARAN SYAIRNYA YANG LUAR BIASA

Presiden pertama Indonesia, rupanya tertarik untuk menjadikan Datuk Mujib sebagai guru spiritualnya karena beberapa syair beliau yang menggugah hati. Seperti yang dilansir Merdeka, Syair Datuk Mujib, bertemakan kemerdekaan, dan berkaitan dengan para pejabat pada waktu itu. Soekarno pun tidak segan untuk bertanya secara langsung kepada Datuk Mujib jikalau ada masalah negara yang cukup pelik.

Salah satu contoh adalah kala ada wacana untuk mencetak tafsir dan terjemahan Al-Quran untuk pertama kalinya. Usai meminta nasihat, Datuk Mujib hanya memberikan perumpamaan, sebuah air yang sifatnya halal, bersih dan mensucikan. Akan tetapi kala dimasukkan pada teh atau barang lain, air itu tetap halal dan bersih akan tetapi tidak mensucikan. Presiden Soekarno paham akan hal tersebut, kebimbangannya pun mulai hilang.

KAROMAH DATUK YANG KERAP DIPERBINCANGKAN

Jika berbicara tentang ulama besar zaman dahulu, tentu saja tidak lepas dengan karomah-karomah yang dimilikinya. Nah salah satunya yaitu Datuk Mujib yang kerap diceritakan bahkan sampai sekarang. Seperti dilansir dari Republika, pada masa penjajahan Belanda, orang-orang tanah abang sempat diserang. Akhirnya mereka memilih untuk berlindung ke Musala Datuk Mujib, sampai beliau sendiri yang turun tangan dan menghalau serangan tersebut.

Dengan bermodalkan sorban dan rahmat dari Allah SWT, tidak ada 1 meriam dan peluru yang melesat kesana. Tidak hanya itu, para murid Datuk Mujib juga pernah merasakan karomah beliau. Ceritanya, kala pergi ke suatu tempat, beliau meminta muridnya untuk berjalan terlebih dahulu, akan tetapi yang terjadi meskipun berkali-kali mendahului akan tetapi Datuk Mujib selalu ada di depan mereka.

TONGKAT KOMANDO SOEKARNO RUPANYA PEMBERIAN DARI DATUK MUJIB

Satu lagi yang menarik, kisah tentang tongkat komando kepunyaan Presiden Soekarno yang melegenda. Siapa sangka jika rupanya tongkat itu dulunya milik Datuk Mujib yang akhirnya diberikan kepada Soekarno. Bahkan sebelumnya, tongkat itu sempat dipergunakan beliau untuk melawan penjajah.

Ketika menggunakan tongkat komando itu, para pasukan Belanda yang awalnya mau menyerang kerap bertikai sendiri dengan pasukan mereka sendiri. Hal itu juga sama usai diberikan kepada Soekarno, tongkat itu masih tetap misterius. Bagaimana tidak, sepeninggal Presiden pertama, tongkat itu juga seolah hilang ditelan bumi.

Di akhir hayatnya, beliau meminta supaya makamnya tidak dibangun megah bahkan cenderung dirahasiakan. ya, dirinya berpesan jika memang ingin mendoakan, lakukan saja di rumah masing-masing. Semua itu dilakukan supaya orang-orang tidak mensakralkan makam beliau.

Tags