News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Mencegah Bahaya Corona, Lebih Utama Dari Mengambil Manfaat

Mencegah Bahaya Corona, Lebih Utama Dari Mengambil Manfaat

👍 Biasakan membaca artikel sampai selesai yappp man teman 😍 🙈, dan biasakan membaca dulu baru berkomentar 😅. supaya tidak ada dusta di antara kita, xixixi 🙏 😜
Gus Yusuf ( Source )
Berita, inMagelang.com - Mencegah bahaya (mafsadat) itu merupakan prioritas utama, dibanding dengan mengambil manfaat. Kaidah fikih ini, begitu pas untuk diterapkan dalam menghadapi kondisi merebaknya virus corona.

Hal itu dikemukakan oleh Pengasuh Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo Magelang, KH Yusuf Chudlori.

“Pembatasan aktivitas dalam bentuk berkumpulnya massa yang banyak, menjadi langkah baik dalam menghentikan penyebaran virus yang sangat cepat bermigrasinya ini,” ujarnya, Kamis (19/3). 

KH Yusuf Chudlori atau yang lebih akrab disapa dengan nama Gus Yusuf itu menjelaskan, sekolah itu manfaat. hanya saja untuk saat ini tinggal dirumah, belajar di rumah itu lebih prioritas dalam upaya penanganan corona.

“Silaturahmi, bertemu sanak famili, pergi ke pengajian, itu maslahat, tetapi untuk saat ini kita tunda dahulu," kata Ketua DPW PKB Jateng ini.

Ketika Pandemi Corona semakin menyebar, maka sebagai manusia wajib untuk memutus mata rantai penyebaran dengan cara menjaga kesehatan, lanjut Gus Yusuf.

“Allah memerintahkan manusia untuk berikhtiar. Jaga kebersihan, diam dirumah, hindari dahulu kerumunan-kerumunan masyarakat,” terang Ketua Yayasan Syubanul Wathon ini.

Dicontohkan juga ketika Makkah ditutup untuk Umrah, hal itu bukan berarti lantas karena takut corona, Akan tetapi justru sebagai bentuk ikhtiar untuk mentaati perintah Sang Pencipta.

“Surat Al-Baqarah ayat 195 menyebutkan, dimana artinya, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik,” tuturnya.

PROTOKOL KESEHATAN PESANTREN

Pesantren yang Gus Yusuf pimpin, juga terus meningkatkan kewaspadaan kepada penyebaran virus ini. Peningkatan kewaspadaan itu juga bentuk taat pada surat edaran yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Tengah dan menindaklanjuti imbauan Pengurus Wilayah (PW) Rabithah Ma'ahid Al0Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah mengenai virus corona.

Bentuk peningkatan kewaspadan itu meliputi pengecekan ketersediaan alat pengukur suhu tubuh (thermoscan), dan juga lingkungan yang selalu dibersihkan. Termasuk juga menyediakan hand sanitaizer untuk pengurus, santri, khadim dan juga siapa saja yang keluar masuk area pesantren. Disamping meningkatkan kewaspadaan, Gus Yusuf juga meminta kepada para wali santri agar tidak menjenguk putra-putri mereka sampai 14 hari kedepan.

“Meskipun tidak diperkenankan menjenguk putra-putrinya untuk sementara waktu, Insya Allah semua akan baik-baik saja. Rumah Sakit Syubbanul Wathan selalu memantau seluruh santri,” pungkasnya.

Tags