News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kakek Pahlawan, Demi Jaga Hutan Rela Tolak 10 Milyar

Kakek Pahlawan, Demi Jaga Hutan Rela Tolak 10 Milyar

👍 Biasakan membaca artikel sampai selesai yappp man teman 😍 🙈, dan biasakan membaca dulu baru berkomentar 😅. supaya tidak ada dusta di antara kita, xixixi 🙏 😜
Kakek Suhendri Pahlawan Masa Kini ( Sumber Gambar )
InMagelang.com, Lain-Lain - Sekilas tidak ada yang terlihat istimewa dari seorang kakek bernama Suhendri berusia 78 tahun dari Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur ini. Dia layaknya seperti seorang kakek-kakek pada umumnya.

Akan tetapi jangan salah, kakek ini memiliki kisah hidup yang mulia dengan berjuang keras menjaga dan juga melestarikan hutan buatannya di tengah Kota Tenggarong, demi untuk menjaga lingkungan dan juga menyediakan oksigen untuk masyarakat Kota Tenggarong. Kerja kerasnya itu sudah dilakukan olehnya sejak tahun 1986, tentunya sudah melalui cukup banyak cobaan yang tidak mudah untuk dijalani.

"Saya menyiapkan oksigen untuk masyarakat di kota ini," ujar Kakek Suhendri

Pengalaman yang tak pernah terlupakan oleh kakek bernama Suhendri ini adalah ketika dirinya menolak tawaran senilai Rp. 10 Miliar untuk lahan 1,5 hektar miliknya tersebut.

"Saya tidak jual. Saya berharap nantinya ada orang yang mau melanjutkan saya untuk merawat hutan ini meski bukan dari keluarga saya," ucap Suhendri

Lebih lanjut, Suhendri mengucapkan jika niat dirinya untuk menjaga lingkungan dengan menanam pohon di tengah kota memang sudah tertanam dalam hati. Berkali-kali banyak godaan para investor yang ingin membeli tanahnya yang luasnya 1.5 hektar untuk dijadikan perumahan, akan tetapi hal itu tidak membuat dirinya goyah untuk menjaga hutan buatannya.

"Banyak yang datang untuk membeli, akan tetapi saya tidak jual. Apalagi jika dibuat perumahan, saya tidak mau, lingkungan rusak," ucap Suhendri

Kakek yang punya dua orang anak ini mengkisahkan jika ketika pertama kali dirinya menginjak tanah Kalimantan Timur pertama kali pada tahun 1971, dirinya bekerja sebagai pekerja proyek membangun asrama milik perusahaan kayu.

Ketika itu bisnis kayu sedang berkembang pesat. Dia melihat pohon-pohon ditebang, berhektar-hektar hutan menjadi gundul tanpa sisa.

"Dari situlah muncul motivasi. Saya untuk merawat hutan, Saya kemudian berganti pekerjaan menjadi seorang petani dengan awalnya menggarap lahan orang lain," ujar Suhendri

Pada tahun 1979, dirinya membeli lahan seluas 1,5 hektar. Ketika itu ia beli tanah itu dengan harga Rp. 100.000.

Lahan yang sudah dibeli itu dipergunakan untuk bertani dengan konsep pertanian agroforestri, yaitu menggabungkan pepohonan dengan tanaman pertanian. Awalnya, ia menanami komoditas pertanian seperti sayuran, lombok sampai buah-buahan.

Kemudian di tahun 1986 Suhendri mulai menanam pohon kayu usai mendapatkan bibit dari Bogor, Jawa Barat. Ketika itu, Ucap Suhendri, ada sekitar 1.000 bibir kayu damar, kapur, meranti, pinus, kayuputih, sengon dan ulin. Sekarang, pohon yang ditanam pada tahun 1986 yang lalu itu sudah menjulang tinggi membentuk hutam dalam kota dan memberi udara segar untuk warga Kota Tenggarong.

Seiring bergulirnya waktu, hutan tengah kota kepunyaan Suhendri ini sudah menjadi tempat penelitian mahasiswa. bahkan, hutan yang ada di tengah kota ini pernah juga menjadi lokasi penelitian skripsi mahasiswa dari Jepang.

Kakek Suhendri kerap mendapatkan penghargaan dari berbagai pihak lantaran hutan miliknya itu. Saat ini, Suhendri dengan istrinya, Junarsa, tinggal dirumah sederhana yang ada di tepi hutan miliknya.

Tujuan dan niatnya yang sangat mulia yaitu menyediakan oksigen untuk warga kota itu masih tertanam di antara pepohonan di lahan kepunyaannya.

Tags