News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Penjelasan Ilmiah Mengapa Tikus Kerap Dijadikan Untuk Percobaan Medis

Penjelasan Ilmiah Mengapa Tikus Kerap Dijadikan Untuk Percobaan Medis

👍 Biasakan membaca artikel sampai selesai yappp man teman 😍 🙈, dan biasakan membaca dulu baru berkomentar 😅. supaya tidak ada dusta di antara kita, xixixi 🙏 😜
Ilustrasi ( Sumber Gambar )
InMagelang.com, Apakah Kamu Tahu - Rupanya tikus memiliki peran yang begitu penting dalam hal percobaan medis. Mulai dari perumusan obat kanker baru sampai dengan pengujian suplemen makanan, tikus memiliki peran yang penting dalam keajaiban medis baru.

bahkan, menurut dari Foundation for Biomedical Research (FBR), 95% hewan laboratorium adalah tikus. Ilmuwan dan peneliti bergantung kepada tikus lantaran beberapa alasan. Salah satunya, tikus itu sangat mudah disimpan dan dipelihara dan juga bisa beradaptasi dengan baik dengan lingkungan barunya.

Hewan ini berkembang biak cukup cepat dan berusia sangat pendek yaitu 2-3 tahun sehingga beberapa generasi tikus bisa diamati dalam waktu yang singkat.

Selain itu, tikus relatif murah dan bisa dibeli dalam jumlah yang besar dari produsen yang memang bergerak di bidang pengembang biakan tikus untuk penelitian. Umumnya, tikus patuh dan hewan ini mudah untuk ditangani peneliti, meski ada juga beberapa jenis tikus yang sulit ditangani.

Sebagian besar tikus percobaan medis nyaris identik secara genetis, terkecuali jenis kelamin. Menurut National Human Genome Research Institute, hal ini membantu menyeragamkan hasil percobaan medis. Sebagai syarat minimum, tikus punya ras sama.

Alasan lain kenapa harus tikus yang digunakan untuk uji coba medis adalah karena genetik mereka, karakteristik biologi dan perilakunya juga mirip manusia, dan banyak gejala kondisi manusia bisa direplikasi kepada tikus.

"Tikus adalah mamalia yang punya banyak proses seperti manusia dan bisa digunakan menjawab pertanyaan banyak peneliti,"

Selama 2 dekade terakhir, kesamaan itu semakin menguat. Kini, ilmuwan bisa mengembangkan 'tikus transgenik' yang membawa gen mirip penyebab penyakit manusia. Tikus juga membuat penelitian efisien lantaran anatomi, genetika dan fisiologi nya dipahami dengan baik oleh para peneliti.

Beberapa tikus SCID (Severe combined immune deficiency) secara alami terlahir tanpa sistem kekebalan tubuh dan juga bisa menjadi model penelitian jaringan normal dan ganas manusia.

Dan berikut contoh gangguan manusia dimana tikus digunakan untuk modelnya.

Hipertensi, diabetes, obesitas, kejang, katarak, ketulian, parkinson, masalah pernapasan, kanker, alzheimer, HIV & AIDS, cystic fibrosis, muscular dystrophy, penyakit jantung, cedera kabel spinal.

Tikus juga dipergunakan untuk pengujian obat anti-kecanduan yang berpotensi mengakhiri kecanduan narkoba.

"Mempergunakan hewan sangatlah penting demi pemahaman ilmiah sistem biomedis yang mengarah ke obat, terapi dan penyembuhan yang berguna," ucap Haliski perwakilan dari National Institutes of Health (NIH) Office of Laboratory

Tags