News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Menyeramkan, Tagihan Listrik Kakek Ini Sampai Rp. 259 Milyar, Kok Bisa?

Menyeramkan, Tagihan Listrik Kakek Ini Sampai Rp. 259 Milyar, Kok Bisa?

👍 Biasakan membaca artikel sampai selesai yappp man teman 😍 🙈, dan biasakan membaca dulu baru berkomentar 😅. supaya tidak ada dusta di antara kita, xixixi 🙏 😜
Shamim Dan Istrinya ( Sumber Gambar )
InMagelang.com, Berita - Ada kisah unik dan juga aneh yang terjadi oleh kakek di Uttar Pradesh, India. Dimana Listri yang dipergunakan oleh kakek ini setiap hari hanya untuk menghidupkan kipas angin dan lampu, akan tetapi tagihannya sampai pada 1,28 Milyar Rupee atau setara dengan Rp. 259 Milyar.

Siapapun yang mendengar berita ini tentu saja akan langsung mengernyitkan dahi sekaligus kaget, kok bisa ya.

Kakek ini bernama Shamim berusia 80 tahun. Ia tinggal bersama dengan istrinya di desa Chamri Hapur, Uttar Pradesh, India. Dirinya merasa sangat putus asa atas kejadian yang sekarang ini sedang menimpanya.

Kini, karena keluarganya tidak bisa membayar tagihan listri itu, aliran listrik ke rumah pun sudah di putus oleh biro daya. Seperti yang dilansir dari grid.id.

"Kami diberitahu jika mereka tidak akan melanjutkan sambungan listrik kami terkecuali jika kami melakukan pembayaran."

"Tidak ada yang mendengarkan permohonan kami. Bagaimana cara kami untuk membayar jumlah uang sebanyak itu," ucap Shamim

Dan belakangan semua masalah sudah mendapatkan titik terang.

Shamim yang pergi ke kantor perusahaan listrik akhirnya mendapatkan sebuah jawaban cerah, bahwa tagihan itu merupakan sebuah kesalahan teknis.

Departemen listrik berjanji bakal segera memperbaiki kesalahan itu secepatnya.

Yang mengejutkannya lagi adalah insiden seperti itu sangat sering terjadi di India. Bahkan tagihan yang harus dibayar pernah ada yang melebihi tagihan Shamim, yaitu sebesar 380 miliar Rupee atau setara dengan Rp. 76 Triliun.

Karena kesalahan ini juga, banyak warga yang pada akhirnya memutuskan untuk bunuh diri karena tidak punya cara untuk membayarnya.

Tags