News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Si Jenius Perintis Penelitian Tanaman Obat

Si Jenius Perintis Penelitian Tanaman Obat

👍 Biasakan membaca artikel sampai selesai yappp man teman 😍 🙈, dan biasakan membaca dulu baru berkomentar 😅. supaya tidak ada dusta di antara kita, xixixi 🙏 😜
Si Jenius Perintis Penelitian Tanaman Obat
InMagelang.com, Sosok - Dari sekian banyak ilmuwan Muslim yang sebenarnya sangat cemerlang namun agak terabaikan karena tehegemonioleh dominasi ilmuwan Barat, terdapat nama Ibnu AL-Baitar yang dianggap sebagai salah satu seorang ilmuwan Islam terbaik yang pernah ada.

Al-Baitar adalah tokoh seorang ilmuwan Islam terbaik yang pernah ada. Al-Baitar adalah tokoh yang banyak berjasa dalam hal penelitian tanaman tanaman obat yang hidup pada masa Abad Pertengahan. Al-Baitar dikenal sebagai seorang dokter hewan, ahli botani dan farmakologi, serta sarjana ilmu tumbuh-tumbuhan.

Nama panjang Ibu AL-Baitar adalah Abu Muhammad Abdullah Ibn Ahmad Ad-Din Ibn Al-Baitar Al-Din Al-Malaqi. Oleh para ilmuwan Barat, Al-Baitar dikenal dengan nama Alpetragius. Al-Baitar termasuk dalam generasi dalam generasi ilmuwan Muslim dari Anadalusia, wilayah Eropa (Spanyol dan Portugal) yang pernah menjadi pusat peradaban Eropa.

Dilahrikan pada akhir abad ke-12 Masehi di Malaga, Andalusia. Al-Baitar pernah sekolah di Sevilla(Sevilla, Spanyol) di mana ia mempelajari ilmu botani di bawah bimbingan sejumlah guru terkemuka, termasuk Abu Al-ABBAD An-Nabati, Abdullah bin Shaleh.

Al-Baitar melanglangbuana hingga ke luar kawasan Andalusia, termasuk ke Afrika, Asia, dan kawasan Balkan, untuk mencari, mengumpulkan, sekaligus meneliti aneka rupa tanaman yang berkhasiat. Pada 1219 m, Al-Baitar menyusuri pantai utara Afrika dan Asia Timur untuk mengindentisifikasi ribuan macam tanaman.

Saat Al-Baiter berada di Mesir pada 1224, oleh gubernur Mesir Al-Malik Al-Kalim Ayyubri, ia diangkat sebagai kepala ahli obat. Setelah beberapa waktu bermukim di Mesir, Al-Baitar melanjutkan petualangan ilmiahnya. Bersama seorang anak didiknya yang bernama Ibnu Abi Ushaybi’ah, Al-Baitar menuju ke Demaskus. Al-Baitar juga pernah menyabangi Suriah, Arab Saudi, dan Palestina.

Al-Baitar kemudian menerbitkan hasil ekspedisi itu dalam sebuah buku berjudul Al-Jami fi Al-Adwiya Al-Mufrada. Kitab ensiklopedia tentang botani ini menjadi rujukan di bidang kedokteran hingga abad ke-16 M. Buku karya Al-Baitar memang sangat menarik, Al-Baitar memadukan antara hasil risetnya dengan ilmu pengetahuan masa Yunani Kuno dan kearifan lokal bangsa Arab.

Buku itu memuat tidak kurang dari 1400 contoh obat, dimana 30 macam di antaranya adalah penemuan Al-Baitar sendiri. Semua bahan-bahan ramuan itu diperoleh dari negeri-negeri di Andalusia, pesisir Afrika Utara, Asia Kecil, dan Timur Tengah.

Selain menerbitkan kitab al-Jam fi Al-Adawiya Al-Mufrada, AL-Baitar juga meluncurkan buku yang lain, yakni berjudul Al-Maughni fi Al-Adwiya Al-Mufrada. Jika Al-Jami fi AL-Adwiya Al-Mufrada adalah buku ensiklopedi khusu mengenai obat-obatan. Di kitab ini, Al-Baitar memberikan nama Latin dan Yunani untuk jenis-jenis tumbuhan.

Al-baitar juga menjelaskan tentang khasiat tanaman yang bermanfaat untuk kesehatan manusia. Al-Mughni fi Al-Adwiya Al-Mufrada terdiri dari 20 bab, di antaranya mengulas ramuan untuk sakit kepala, telinga, mata, demam, penangkal racun, dan obat-obatan lainnya serta menjelaskan juga tentang ramuan untuk bahan komestik.

Kitab Al-Mughni fi Al-Adwiyah  Al-Mufrada juga membahasa mengenai ilmu bedah. Al-Baitar banyak mempelajari pengetahuan tentang ilmu bedah dari seoranh ahli bedah Muslin terkemuka, Abul Qasim Zahrawi.

Sumbangsih Al-Baitar bagi perkembangan ilmu kedokteran dan pengobatan memang besar. Ia adalah ilmuwan Muslim yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk meneliti, mengobservasi, mengklasifikasi, serta menemukan manfaat dari berbagai jenis tanaman untuk kesehatan manusia.

Karya-karya Al-Baitar menjadi rujukan dan referensi yang sngat penting bagi perkembangan  ilmu botani dan kedokteran, baik di Eropa maupun Asia. Ibnu Al-Baitar wafat pada 1248 di Damaskus.

Tags