News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Si Jenius Penemu Teori Optika

Si Jenius Penemu Teori Optika

👍 Biasakan membaca artikel sampai selesai yappp man teman 😍 🙈, dan biasakan membaca dulu baru berkomentar 😅. supaya tidak ada dusta di antara kita, xixixi 🙏 😜
Si Jenius Penemu Teori Optika
InMagelang.com, Sosok - Satu lahi generasi emas yang lahir di masa kegemilangan muslim di Erpa pada era kejayaan Islam di Andalusia, kawasan yang kini menjadi wilayah Spanyol dan Portugis. Adalah Ilmu Haitam, salah seorang ilmuwan muslim terbesar yang kemampuannya oleh semua kalangan di segenap penjuru ilmu pengetahuan. Ilmuwan Islam yang oleh kaum ilmuwan Barat dipanggil dengan nama Al-Hazen ini adalah orang yang berhasil menemukan teori tentang penglihatan, atau teori optika dalam bahasa ilmiahnya.

Kendati meriah nama besar di Eropa, yakni Andalusia, Haitam adalah orang Timur Tengah asli. Ia lahir di Basra, Irak, pada 965 Masehi, dengan nama lengkap Abu Ali Hasan Al-Haitam. Selain di Basra, Ibnu Haitam juga melakoni masa kecil hingga beranjak remaja di Baghdad yang menjadip usat peradaban di Iratk.

Beruntunglah Ibnu Haitam karena Basra dan Baghdad merupakan sentra ilmu pengetahuan Islam di Asia Barat yang saat itu berada di bawah kepemimpinan Dinasti Abasiyah. Di dua kota inilah Ibnu Haitam berproses menjadi ilmuwan yang kemudian sudah cukup dikenal.

Demi menyempurnakan ilmu yang telah diperolehnya di Irak, Ibnu Haitam bertekad merantau ke Andalusia, Eropa. Andalusia kala itu memang tersohor sebagai pusat peradaban dunia lantaran kemuajuan di segala bidang yang berhasil di capai, termasuk di ranah ilmu pengetahuan.

Ketika wilayah Eropa lainnya sedang terpuruk dalam masa kegelaoan yang berlangsung pada Abad Pertengahan, umat Islam di Andalusia justru sedang menuai kegemilangan. Perkasanya umat Islam di Andalusia tidak terlepas dari kedigdayaan pasukan muslim di arena Perang Salib.

Sesampainya di Andalusia, Ibnu Haitam segera memusatkan kajian ilmunya. Rupanya ia sangat tertarik dengan ilmu optika yang mempelajari tentang penglihatan. Di bidang inilah Ibnu Haitam berhasil meraih langit-langit kejayaannya sebgai seornag ilmuwan besar.

Di Andalusia, Ibnu Haitam melakuakan sejumlah riset imiah di bidang optika yang kemudian melahirkan teorinya yang paling terkenal, yakni Hukum Refrakso. Melalui teori ini, Ibnu Haitam menyatakan bahwa sudut refleksi dalam pancaran cahaya sama dengan sudut masuk dalam Fisika modern.

Pemikiran Ibnu Haitam tentang ilmu optika  ternyata berbenturan dengan teori yang dicetuskan oleh dua ahli pikir di masa Yunani Kuno, yakni Aptolomaeus dan Euclides. Kedua filsuf legendaris ini menyatakan bahwa manusia melihat benda melalui pancaran cahaya yang keluar dari matanya. Ibnu Haitam justru berpendapat sebaliknya. Menurutnya, bukan mata yang memberikan ahaya, namun benda yang terlihat itulah yang memantulkan cahaya ke mata manusia.

SumbangsihIbnu Haitam bagi ilmu pengetahuan modern tidak bisa dibilang sedikit. Pemikirannya tentang ilmu optika menjadi isnpirasi bagi para ilmuwan di generasi berikutnya, termasuk Roger Bacon dan Johannes Keppler.

Penelitian ilmiah dan berragam ujicoba yang dilakuakn oleh Ibnu Haitam menjadi embrio yang menjadi dasar riset yang kemudian diterapakan oleh para ilmuwan di era selanjutnya. Di cabang ilmu astronomi pun Ibnu Haitam menyumbangkan pemikiran yang berharga.

Buah pikirnya mengenai lapisan atmosfer dan prediksinya tentang jarak matahari dengan benda-benda angkasa lainnya menjadi acuan bagi para astronom dari dunia Barat.

Meraih puncak karier dan menggapai kegemilangan sebagai ilmuwan terkemuka di Andalusia ternyata tidak membuat Ibnu Haitam sudah puas begitu saja, apalagi menjadi jumawa dan tidak mau bekerja lebih banyak lagi. Sebaliknya, uia merasa semua yang telah diperolehnya selama ini ternyata masih kurang.

Oleh sebab itulah Ibnu Haitam kemudian menyebrang ke psat peradaban dunia lainnya, yaitu Mesir, untuk menambah, memperdalam, sekaligus mengamalkan ilmu yang telah didapatnya. Di negeri Fir’aun inilah, tepatnya di Kairo, Ibnu Haitam menghembuskan napas penghabisam, pada 1039 M.

Tags