News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Misteri Danau Tengkorak di Himalaya Makan Korban Pengembara Eropa

Misteri Danau Tengkorak di Himalaya Makan Korban Pengembara Eropa

👍 Biasakan membaca artikel sampai selesai yappp man teman 😍 🙈, dan biasakan membaca dulu baru berkomentar 😅. supaya tidak ada dusta di antara kita, xixixi 🙏 😜
Danau Tengkorak Roopkund ( Sumber Gambar )
InMagelang.com, Cerita Misteri - Salah satu tempat misteri sekaligus keajaiban yang ada di Pegunungan Himalaya merupakan sebuah danau es yang dikenal oleh masyarakat sebagai 'Roopkund Skeleton Lake' atau 'The Mystery Lake'.

Area ini juga dikenal dengan nama Danau Tengkorak yang letaknya ada pada ketinggian 5.029 meter di Uttarakhand, sebuah negara yang ada di bagian India di sebelah utara.

Danau Tengkorak ini menyimpan pemandangan yang mengerikan pada setiap kali es di atasnya mulai mencair. Semua area yang ada di area danau bakal dipenuhi dengan tulang dan juga tengkorak manusia.

Selain itu, ketika menyelam ke dalam danau, kalian akan melihat ada banyak kerangka manusia yang ada di dasar danau yang sangat dangkal ini.

Misteri mengenai kerangka manusia itu menjadikan para ilmuwan pun terheran-heran. Masalahnya, kerangka manusia yang bertumpuk-tumpuk itu tidak hanya tumpukan tengkorak penduduk India.

Ada sebagian tulang belulang yang diduga adalah tengkorak orang-orang Eropa yang melakukan perjalanan ke tempat itu di tahun 220 tahun yang lalu.

KERANGKA DARI 3 KELOMPOK GENETIK YANG BERBEDA

Sebuah penelitian yang kemudian diterbitkan pada Jurnal Nature Communications menemukan jika tumpukan kerangka di Danau Tengkorak itu punya kelompok orang yang berbeda secara genetik.

Beberapa kelompok orang itu meninggal di Danau Tengkorak pada 2 episode yang terbagi pada beberapa periode dengan jarak seribu tahun.

Penelitian ini menjelaskan jika situs itu punya sejarah yang bahkan lebih kompleks daripada yang dibayangkan.

DNA Purba yang didapatkan pada tumpukan kerangka di Danau Roopkund itu membuka misteri jika mereka berasal dari setidaknya tiga kelompok genetik yang berbeda.

ADA KERANGKA YANG DIDUGA DARI YUNANI

Pengurutan genom secara menyeluruh kepada 38 kerangka memperlihatkan adanya 3 kelompok berbeda di antara tumpukan tengkorak yang ada di Danau Roopkund.

Kelompok pertama kurang lebih terdiri atas 23 kerangka dengan leluhur yang terkait dengan orang-orang dari India saat ini.

Uniknya, 23 kerangka itu bukanlah punya 1 populasi, akan tetapi berasal dari banyak kelompok yang berbeda.

yang mengejutkannya lagi ada 2 kelompok, yang terdiri dari 14 kerangka dengan keturunan yang paling dekat hubungannya dengan orang-orang yang tinggal di Mediterania Timur, terutama pada bagian Kreta yang sekarang dan juga Yunani.

Sementara untuk kelompok ketiga memperlihatkan leluhur yang dikaitkan dengan orang-orang di Asia Tenggara saat ini.

"Kami awalnya menyadari keberadaan beberapa kelompok berbeda di Roopkund setelah mengurutkan DNA mitokondria dari 72 kerangka. Meski banyak kerangka memiliki haplogroup mitokondria yang tipikal dari populasi India saat ini, kami juga mengidentifikasi sejumlah besar kerangka dengan haplogroup yang lebih tipikal dari populasi di Eurasia Barat," kata Kumarasamy Thangaraj dari Centre for Cellular and Molecular Biology (CCMB) di Hyderabad.

MENJADI DESTINASI DENGAN SKALA GLOBAL DI MASA LALU

Menurut Eadaoin Harney dari Harvard University, kehadiran orang-orang yang terkait dengan Mediterania Timur memperlihatkan jika Danau Tengkorak tidak hanya merupakan sebuah situs yang menarik untuk masyarakat sekitar saja, akan tetapi juga kepada semua orang di dunia.

Bukti itu diperkuat dengan rekonstruksi kepada diet isotop yang stabil pada tumpukan tengkorak di Danau Roopkund.

Ayushi Nayak dari Institut Max Planck untuk Ilmu Sejarah Manusia yang ada di Jerman memberikan informasi jika orang-orang yang termasuk dalam kelompok India mempunyai diet yang begtiu bervariasi.

Temuan ini konsisten dengan bukti genetik jika mereka berasal dari berbagai kelompok sosial ekonomi yang ada di bagian Asia Selatan.

Sebaliknya, tengkorak yang terkait dengan leluhur Mediterania Timur itu rupanya sudah mengkonsumsi makanan yang punya kandungan sangat sedikit jawawut.

MENJADI SATU DENGAN JARAK SERIBU TAHUN

Penelitian ini juga mengungkapkan kejutan yang kedua mengenai kerangka yang ada di Danau Roopkund. Penanggalan radiokarbon memperlihatkan jika kerangka tidak terkumpul pada waktu yang sama, seperti yang diasumsikan sebelumnya.

Akan tetapi, penelitian menemukan jika dua kelompok genetik utama terkumpul dengan jarak kurang lebih 1.000 tahun satu sama yang lainnya.

Pertama, selama abad ke-7 sampai dengan abad ke-10, orang-orang dengan leluhur terkait India meninggal di Danau Roopkund, mungkin selama beberapa peristiwa yang berbeda.

Kemudian, tidak sampai pada tahun 1800 masehi, kelompok yang kedua, yang kemungkinan terdiri dari para pelancong dari Mediterania Timur dan Asia Tenggara, tiba di Danau Roopkund dan juga kemudian meninggal di sana.

"Temuan ini menunjukkan kekuatan penanggalan radiokarbon. Sebelumnya diasumsikan bahwa tumpukan kerangka di Danau Roopkund diakibatkan oleh peristiwa bencana tunggal. Masih belum jelas apa yang membawa orang-orang ini pergi ke Danau Roopkund atau bagaimana mereka mati," kata Douglas J. Kennett dari University of California, Santa Barbara di Amerika Serikat.

Sumber Artikel Telegraph India SAH

Tags