News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Anaximander Si Jenius Perintis Pemikiran Alam Semesta

Anaximander Si Jenius Perintis Pemikiran Alam Semesta

👍 Biasakan membaca artikel sampai selesai yappp man teman 😍 🙈, dan biasakan membaca dulu baru berkomentar 😅. supaya tidak ada dusta di antara kita, xixixi 🙏 😜
Anaximander Si Jenius Perintis Pemikiran Alam Semesta
Sosok, InMagelang.com - Langit yang selama ini kita lihat sejatinya hanya setengahnya saja, karena langit beserta isinya itu senantiasa beredar mengelilingi bumi. Teori inilah yang diyakini Anaximander, atau yang dikenal juga dengan Anaximandros dalam versi bahasa Inggrisnya. Anaximander, salah seorang ilmuwan Yunani terkemuka kalahiran tahun 610 Sebelum Masehi, dikenal sebagai Bapak Ilmu Astronomi.

Ia adalah salah satu ilmuwan pada masanya yang turut memikirkandan merumuskan tentang tata surya. Salah satu prinsip Anaximander yang paling terkenal adalah bahwa ia meyakini bumi itu berbentuk silinder dan angkasa raya berputa setiap hari mengelilinya.

Anaximander hidup sezaman dengan Thales (624-546 SM). Bahkan, ia mengakui bahwa Thales adalah guru yang dihormatinya. Keduanya pun digolongkan ke dalan ilmutan Miletos. Miletos sedniri sebenarnya nama subuah kota di kawasan Asia Kecil (sekarang terletak di wilayah Turki bagian Asia) yang menjadi tempat kelahiran Anaximander, thales dan para filsuf kondang lainnya.

Miletos sangat dikenal dalam riwayat sejarah filsafat Eropa karena para pemikir yang berasal dari kawasanini, termasuk Anaximander, merupakan perintis sekaligus pionir dalam proser berfilsafat yang pada akhrnya berkembang pesat dan mewariskan pengaruh besar dalam peradaban manusia dan dunia pada umumnya.

Nama Anaximander terangkat justru karena mengkritisi prinsip gurunya. Thales meyakini bahwa air adalah pusat dari segal sesuatu. Anaximader bertanya, jika air merupakan prinsip dasar segala sesuatu, maka seharusnya tidak ada lagi zat berlawanan dengannya, dan pada faktanya ada, yakni api. Anaximander berkeyakinan bahwa pusat dari segala sesuatu itu adalah zat yang tidak mampu dijangkau panca indra.

Ia mengajukan to apeiron (zat yang tak terbatas) sebagai pusat dari segala sesuatu karena bersifat ilahiah, abstrak,tak tersentuh, kekal, dan mencakup segalanya. Dari to apeiron inilah berasal unsur-unsur berlawanan, seperti terang-gelap, panas-dingin, dan seterusnya. Unsur0unsur berlawanan ini pada akhirnya akan kembali pada zat yang tak terbatas, yaitu to apeiron.
Berbekal pemikiran tentang ti apeiron inilah Anaximander merumuskan tentang alam semesta.

Menurutnya, terciptanya buni berasal dari pertarungan unsur-unsur berlawanan yang kemudian membeku. Pada mulanya, kata Anaximander, bumiitu dibalut oleh udara yang basah, dan karena berputar tanpa henti, maka lambat-laun bumi menjadikering. Sedangkan udara yang basah itu oleh Anaximander dijelaskan berubah menjadi lautan yang ada di dalam bumi.

Anaximander juga mengatakan bahwa bumi yang berbentuk silinder memiliki lebar 3 kali lipat lebih besar dari tingginya. Alasan mnegapa bumi tidak jatuh dari posisinya di tata surya karena bumi merupakan pusat alam semesta yang memiliki jarak yang sama dengan benda-benda lain yang ada di jagat raya.

Pemikiran Anaximander yang brani ini bukanlah hal yang mengherankan karena ia merupakan salah seorang filsuf pertama pada awal Zaman Aksial, era di mana pemikiran revolusionner banyak bermunculan. Anaximander adalah penduukng ulmu pengetahuan.

Detiap hari ia berpikir, mengamati, dan kemudian menjelaskan aspek-aspek perbedaan dari alam semesta. Ia percaya bahwa alam semesta diatur oleh semacam hukum, seperti yang berlaku dalam kehidupan manusia. Anaximander juga sangat meyakini bahwa segala sesuatu yang mengganggu keseimbangan alam semesta tidak akan kekal alias tidak akan bertahan lama.

Anaximander alah pemikir awal alam semesta beserta seluruh isinya. Misalnya, ia punya pemikiran tentang asal-usul satwa, dimana Anaximander yakin bahwa hewan-hewan di alam semesta ini muncul dari laut, misalnya makhluk air seperti ikab. Panas yang menyelimuti bumi menyebabkan  keringnya air laut dan berubah menjadi daratan.

Dari situlah mulai bermunculan makhluk hidup yang naik ke daratan dan beranak-pinak. Oleh sebab itu, Anaximander sangat yakin bahwa bukanlah manusia yang menjadi makhluk pertama yang hidup didarat. Makhluk hidup pertama yang naik ke darat adalah makhluk air yang beradaptasi di darat dan kemudian berevolusi menajdi manusia.

Pemikiran Anaximander banyak mempengaruhi perkembangan ilmu astronomi dan cabang ilmu lainnya. Dalam konteks ini Anaximander mencoba menjelaskan mekanika benda langit dalam hubungannya dengan bumi. Selain itu, Anaximander konon adalah orang  pertama yang merumuskan peta dunia dan memberikan kontribusi besar tehadap perkembangan ilmu geografi.

Anaximander juga berhasil membuat jam matahari denganmenggunakan tongkat tegak lurus dipermukaan bumi, dan bayangan yang terpantul dari tongkat itu dijadikan sebagai petunjuk waktu. Anaximander diperkirakan mangkat pada 546 SM, kisaran waktu yang sama dengan perkiraan wafatnya Thales.

Tags