News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Alfed Nobel, Penemu Dinamit & Sosok Perintis Hadiah Nobel

Alfed Nobel, Penemu Dinamit & Sosok Perintis Hadiah Nobel

👍 Biasakan membaca artikel sampai selesai yappp man teman 😍 🙈, dan biasakan membaca dulu baru berkomentar 😅. supaya tidak ada dusta di antara kita, xixixi 🙏 😜
Alfed Nobel, Penemu Dinamit & Sosok Perintis Hadiah Nobel
Sosok, inMagelang.com - Pemberian Hadiah Nobel (The Nobel Prizes) merupakan salah satu ajang penghargaan paling bergengsi di dunia. Penghargaan ini diberikan kepada orang-orang yng telah melakukan perjuangan luar bisa dan menghasilkan sesuatu yang luar biasa pula. Hadiah Nobel diberikan kepada mereka yang, misalnya, telah menemukan alat baru yang berguna bagi banyak orang atau mereka telah memberikan sumbangsih besar untuk kepentingan masyarakat.

Asal tahu saja, tercetusnya pemberian Hadiah Nobel ini justru bermula dari kekecewaan  yang dialami oleh sang penggagasnya, yakni Alfred Nobel. Alfred, yng juga diakui sebagai penemu dinamit, sangat terkaget-kaget, geram, sekaligus kecewa karena hasil penemuannya itu disalahgunakan atau dipake untuk tujuan-tujuan yang merusak sehingga merugikan banyak orang.

Oleh karena itu Alfred kemudian menggagas ajang Hadiah Nobel melalui wasiatnya agar penemuan-penemuan yang semestinya berguna bagi masyarakat akan tetap berjalan pada jalurnya, selain sebagai wujud apresiasi terhadap para penemu atau orang-orang yang telah melakukan perjuangan luar biasa dan berkontribusi besar untuk kepentingan masyarakat.

Nama lengkapnya adalah Alfred Bernhard Nobel, lahir di Stockholm, Swedia, pada 21 Oktober 1833. Keberhasilan Alfred dalam menemukan dinamit tidak lepas dari pekerjaan sang ayah, Immanuel Nobel, yang berstatus sebagai seorang insyinyur sekaligus penemu. Ayah Alfred sering memimpin proyek pembangunan jembatan dan geduh.

Alfed Nobel ( sumber gambar )

Salah satu bagian dari pekerjaan sang ayah adalah meruntuhkan gedung lama sebelum dibangun dibangunkan gedung baru. Oleh karena itu, ayah Alfred kerap  mengadakan percobaan dengan berbagai macam cara untuk meledakkan batu.

Sejak masih bayi, Alfred sudah terpisah dari sang ayah yang harus melanglangbuana karena pekerjaannya di Stockholm tidak berlanjut lagi. Sang ayah mengadu nasih hingga ke Finlandia, jemudian ke Rusia.

Di St. Petersburg, Rusia, ayah Alfred membuka usaha bengkel mesin yang menyediakan peralatan untuk militer Rusia. Pada 1842, ketika usia Alfred menginjak 9 tahun, sang ayah memboyong keluarganya. Keberhasilan di negeri tirai besi membuat kehidupan Keluarga Nobel kembali membaik.

Alfred pun memperoleh pendidikan yangbermutu. Sang ayah mendatangkan guru privat untuk mengajar ilmu alam, bahasa, sastra, dan ilmu pengetahuna lainnya. Pada usia 17 tahun, Alfred sudah piawai berbicara dan menulis dalam bahasa Swedia, Rusia, Prancis, Inggris, dan Jerman.

Mekipun Alfred lebih tertarik mendalami sastra, namun sang ayah ingin ia mengikuti jejaknya sebagai penemu. Oleh karena itu, Alfred kemudian di kirim ke Prancis untuk belajar ilmu kimia. Di Paris, Alfred bertemu dengan Ascanio Sobrero, ilmuwan asal Italia, yang sedang melakukan riset mengenai bahan peledak dengan menggunakan nitrogliserin. Alfred pun ikut tertarik dan sekembalinya ke Rusia, Alfred dan yahnya bekerjasama mengembangkan nitrogliserin sebagai bahan peledak.

Riset itu berlanjut ketika keluarga Nobel memutuskan pulang kampung ke Swedia pada 1863. Namun, percoban bahan peledak yang dilakukan Alfred justru memakan korban, termasuk adik kandungnya, Emil Oskar Npbel, yang tewas terkena ledakan. Akibatnya, pemerintah Swedia melarang percobaan ini di dalam batas kota Stockholm.

Alfred tak menyerah, ia tetap meneruskan risetnya di atas kapal di Danau Malaren. Akhirnya, upaya Alfred menemui hasil pada 1866. Ia memperoleh hak paten atas dinamit ciptaannya pada 1867. Selain itu, Alfred juga berhasil menciptakan detonator atau sumbat peledak yang bisa dinyalakan dengan menyulut sumbu.

Dinamit temuan Alfred sesungguhnya berguna untuk kepentingan umun, seperti untuk pekerjaan konstruksi, seperti pemboran saluran, peledakan batu, pembangunan jembatan serta gedung, dan sebagainya. Namun, ia kecewa karena dinamit justru disalahgunakan untuk kegiatan yang merugikan. Oleh karena itu, ia menulis surat wasiat.

Kelak apabila ia meninggal dunia, tulis Alfred dalam wasiatnya, harta kekayaannya bisa digunakan untuk memberikan penghargaan kepada mereka yang telah berjuang demi kemanusiaan dan memberikan  manfaat bagi banyak orang. Alfred memberikan hadiah untuk lembaga ataupun perseorangan yang dinilai telah memajukan perdamaian.

Alfred menyumbangkan seluruh hartanya karena  tidak pernah memiliki istri dan anak hingga wafat pada 10 Desember 1896 di San Remo, Italia. Pada 1901, lima tahun setelah kematian Alfred, penghargaan Hadiah Nobel untuk pertama kalinya digelar. Ajang yang kemudian menjadi acara penganugerahan paling bergengsi di dunia ini memberikan penghargaan dalam bidang Fisika, Kimia, sastra, fisologi, obat-obatan, termasuk Hadiah Nobel Perdamaian.

Tags