News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Al-Zahrawi, Penemu Penyakit Hemofilia

Al-Zahrawi, Penemu Penyakit Hemofilia

👍 Biasakan membaca artikel sampai selesai yappp man teman 😍 🙈, dan biasakan membaca dulu baru berkomentar 😅. supaya tidak ada dusta di antara kita, xixixi 🙏 😜
Al-Zahrawi, Penemu Penyakit Hemofilia
Sosok, inMagelang.com - Islam pernah membuktikan diri sebagai peradaban yang paling besr dan berjaya di dunia. Kejayaan itu terjadi ketika kawasan Andalusia (sekarang wilayah Portugaldan Spanyol) berhasil ditaklukkan oleh orang-orang Muslim yang datang dari Arab dan sekitarnya dalam suatu ekspansi pada masa perang Salib.

Dibawah kendali pemerintahan Islam, Andalusia menjelma menjadi kawasan yang besar dan maju hampir seluruh sendi kehidupannya. Konon, saking makmurnya, kawsan Andalusia memperoleh julukan sebagai mutiara dunia.

Kemajuan peradaban di Andalusia, yang terbantu dengan keterpurukan Eropa di masa Abad Gelap ( Abad Pertengahan), juga menjadi masa keemasan bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Muncullah para tokoh-tokoh besar Muslim yang mendunia berkat prestasi yang mereka torehkan.

Salah satu tokoh ilmuwan Muslim asal Andalusia yang memberikan umbangsih nyata bagi peradaban dunia adalah Al-Zahrawi yang mencatatkan diri sebagai salah seorang dokter yang mempelopori sistem pembedahan modern di ranah kedokteran, prestasi terbesar Al-Zahrawi adalah keberhasilannya dalam memberikan gambaran yang rinci tentang penyakit hemofilia. Hemofilia adalah alah satu penyakit unik yang berhubungan dengan pendarahan pada tubuh manusia. Penderita penyakit ini mengalami kelainan pendarahan yang bisa terjadi karena terdapat kekurangan pada salah satu faktor pembekuan darah.

Ciri-ciri orang yang terjangkit hemofilia adalah jika ada bagian tubuh yang terluka danmengeluarkan darah, maka darah itu akan mengalir terus menerus dan sulit untuk berhenti. Hemofilia bisa menjadi penyakit yang mematikan karena penderitanya akan kehabisan darah yang dapat menyebabkan kematian.

Nam lengkap Al-Zahrawi adalah Abu-Qasim Khalaf ibn Abbas Al-Zahrawi. Meskipun berdarah Arab, sosok jenius ini dilahirkan di Cordoba (sekarang menjadi salah satu wilayah di Spanyol), Andalusia, pada tahun 936 Masehi. Al-Zahrawi, yang hidup pada era pemerintahan Khalifah Abdur Rahman II dan Dinasti Umayyah, dikenal sebagai seorang ahli bedah yang kemampuannya sangat cemerlang.

Pamor Al-Zahrawi selaku dokter yang jago ilmu bedah di akui oleh banyak kalangan. Tidak hanya olehorang Islam sendiri, tetapi juga oleh para ilmuwan Barat yang menyebutnya dengan nama Albucais atau Albucasis. Banyak karya dan penemuan yang dirumuskan oleh Al-Zahrawi menjadi acuan dan referensi andalan yang masih digunakan hingga dewasa ini.

Al-Zahrawi adalah seorang ahli bedah terbaik yang dimiliki Andalusia pada saatitu sekaligus guru yang sangat dihormati dan dikagumi. Ia dipercaya untuk memberikan bimbingan di banyak sekolah kedokteran yang ada di wilayah Andalusia dan sekitarnya.

Kepopuleran yang di raih Al-Zahrawi ini semakinmnedongkrak kariernya dibidang kedokteran dan ilmu pengetahuan pada umumya. Selain dikenal sebagai dokter bedah yang hebat, Al-Zahrawi juga ,menorehkan namanya sebagai sseorang ilmuwan yang telah menemukan berbagai peralatan untuk operasi bedah. Alat-alat bedah yang diciptakan Al-Zahrawi itu dijadikan sebagai acuan utama untuk membuat peralatan bedah modern yang digunakan hingga sekarang.

Al-Zahrawi, Penemu Penyakit Hemofilia ( sumber gambar )

Bukti paling sahuih yang menegaskan kegemilangan Al-Zahrawi adalah keberadaan kitab berjudul At-Tasrif Iiman ‘Arjaza ‘an Ta’lif, atau yang juga dikenal dengan nama singkat At-Tashrif. Kitab ini menghimpun semua catatan hasil penelitiannya tentang kedokteran.

Buku pedoman kedokteran yang mewujud dalam karya ensiklopedi menumental ini cukup tebal, 1500 halaman, terdiri dari 3 jilid. Didalamnya, Al-zAhrawi mengupas tuntasperihal teknik-teknik dalam operasi bedah, termasuk teknik-teknik pembakaran, pengobatan retak tulang, perawatan luka, dan teknik mmperlebar saluran kencing untuk pembedahan rongga tubuh.

Selain itu, melaluikitab At-Tashrif, Al-Zahrawi berhasil mengklasifikasikan sebanyak 325 penyakit beserta gejala dan cara pengobatannya. Kitab At-Tashrif  juga menampilkan banyak sekali diagran dan ilustrasi untuk menggambarkan berbagai macam peralatan yang sebagian besar dirancang dan dibuat oleh Al-Zahrawi sendiri.

At-Tashrif telah memperoleh pengakuan dari berbagai pihak dan telah ditejermahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Latin, Inggris, Prancis, dan Ibrani. Hingga kini, buku-buku karya Al-Zahrawi masih menjadi rujukan oenting dalam kurikulum kedokteran di banyak negara di Eropa dan belahan dunia lainnya.

Al-Zahrawi juga dikenal sebagai perintis ilmu pengenalan penyakit (diagnosis)  dan cara penyembuhan penyakit telinga. Ia juga diakui sebagaiperintis dalam pengembangan  ilmu penyakit (dermatologi), dan salah satu dokter modern pertama yang mempelopori beberapa jenis operasi, termasuk operasiplastik dan operasi lainyya. Al-Zahrawi, sang Bapak Operasi Modern, meninggal dunia tahun 1013 M.

Tags