News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Suka Pakai Kalkulator!, Kamu Wajib Tau Siapa Penemunya Kalkulator Sebenarnya!

Suka Pakai Kalkulator!, Kamu Wajib Tau Siapa Penemunya Kalkulator Sebenarnya!

InMagelang.com, Apakah Kamu Tahu ? - Kalkulator sangat dibutuhkan dalam keseharian hidup manusia. Mesin hitung ini efektif fan praktis digunakan untuk menghitung secara sederhana, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, kendati ada juga jenis kalkulator yang memiliki fitur-fitur yang lebih detail. Peran fungsional kalkulator masih diandalkan hingga kini. Buktinya, kalkulator menjadi menu wjib yang disisipkan ke dalam perangkat-perangkat mutakhir, semisal komputer, laptop, telepon genggam, sampai jam tangan.

Cikal-bakal kalkulator sebagai mesin hitung sebenarnya sudah ditemuaknsejak beberapa abad silam . seorang anak ajaibbernama Blaise Pascal (1623-1662) adalah orang telah berjasa menciptakan perangkat yang tak kalah ajaib itu. Selain sebagai penemu, Pascal juga dikenal sebagai ahli Matematika, Fisika, penulis, sekaligus sebagai ahli filsafat Katolik terkemuka.

Dilahirkan di Clermont-Ferrand, Prancis, pada 19 Juni 1623, Pascal adalah seorang anak yang jenius meskipun tidak menempuh pendidikan di sekolah formal. Ia hanya dididik secara mandiri oleh ayahnya, Etienne Pascal. Bayangkan, pada usia 12 tahun, Pascal kecil sudah mampu menciptakan mesin hiytung untuk membantu pekerjaan ayahnya yang bekerja sebagai penarik pajak di Auvergne,Prancis.

Kesukaan Pascal terhadap sains dan Matematika tampaknya menurun dari sang ayah. Sejak kecil,Pascal sudah akrab dengan angka-angka sehingga membuatnya tumbuh menjadi seorang anak yang cerdas. Pascal mampu menguasai ilmu yang diajarkan ayahnya dengan cepat. Setelah bisa membuat mesin hitung pada umur 12 tahun, Pascal menemukan sebuah rumus Matematika yang kelak dikenal sebagai rumus Segitiga Pascal.

Kejeniusan ini membuat Pascal diikutkan ke dalam diskusi yang melibatkan ilmuwan sains dan  Matematika terkemuma di Prancis kala itu, seperti Rene Descrates, Pierre de Fermat, dan Gillies de Roberval. Bermula dari pergumulannya dengan para pimikir kondang itulah, pascal mengembangkan mesin hitung yang sudah ia ciptakan sebelumnya. Setelah berkutat dengan penelitiannya selama 5 tahun, Pascal akhirnya berani mempublikasikan mesih hitungnya yang sudah disempurnakan pada 1641.

Alat ajaib itu diberi nama Pascaline, mesin hitung yang mampu melakukan penjumlahan, pengurangan, dan pembagian bilangan secara cepat dan tepat. Awalnya. Pascaline memang belum punya fitur untuk perkalian, namun kemudian, berkat bantuan seorang pakar Matematika asal Jerman, Gottfred Wilhem von Leibinz, Pascaline ciptaan Pascal pun disempurnakan. Berkat Pascaline, pekerjaan sang ayah menjadi jauh lebih ringan karena bisa menghitung pajak dengan jauh lebih cepat. Pascaline pun menuai pujian dari khalayak, nama Pascal pun meroket. Ia sering diundang ke berbagai acara ilmiah untuk menjelaskan cara kerja kalkulator temuannya di depan kaum ilmuwan Prancis.

Akan tetapi, pemerintah Prancis belum tertarik untuk memproduksi kalkulator ciptaan Pascal dengan alasan ukuran fisik mesi hitung itu terlampau besar dan iaya produksinya yang tinggi. Pascal juga pernah menawarkan kalkulatornya kepada Ratu Christina di Kerajaan Swedia, tetapi ditolak juga. Pascal tidak patah arang, ia bakan memantenkanmesin hitungnya karena yakin penemuannya itu akan berguna pada saatnya nanti. Perhitungan Pascal itu terbukti jitu. Pascaline menjadi alat yang selalu dibutuhkan manusia hingga saat ini.

Selain kondang sebagai seorang ahli Matematika, Padcal juga dikenal sebagai Fisikawan. Salah satu teori penting yang berhasil dirumuska adalah Teori Probablitas atau teori tentang peluang, yaitu cara mengungkapkan pengetahuan bahwa suatu kejadian akan berlaku atau telah terjadi. Pascal terinspirasi dari kebiasaannya melempar 2 dadu dalam permainan. Kelak, Teori Probabilitas akan sangat berguna bagi dunia keilmuan Matematika, sains, statistika, ekonomi, bahkan filsafat, dan menjadi dasar perkembangan teknologi modern.

Pascal meraih banyak prestasi, termasuk merancang bangunan segienam (hexagon), menemukan prinsip kerja barometer dan arloji, dan ikut terlibat dalam pembuatan sistem transportasi bawah tanah di Paris. Tidak hanya itu, dunai filsafat dan religi pun dijamahnya. Pada 1646, Pascal mengaku telah mengalami peristiwa pertobatan yang membuatnya menjadi sangat religius. Sejak itulah Pascal mengubah pola hidupnya dengan tekun berdoa dan menjalankan perintah agama.

Pascal turut bergabung dengan komunityas Biara Port-Royal yang beraliran Jansenisme. Aliran ini muncul untuk mengkritisi pokok pokok teologi kaum Yesuit yang dituding telah merendahkan nilai-nilai Kristen itu sendiri. Sepanjang medio abad ke-17 M itu, Pascal gencar menyerang kaum Yesuit, salah satu risalahnya yang paling terkenal adalah “Letters Provinciales” yang ditulisnya pada 1656. Blaise Pascal meninggal dunia 9 Agustus 1662 dalam usia 39 tahun. Hingga kini, misteri penyebab kematian sang maestro ini belum diketahui dengan pasti.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.