Si Jenius Penemu FAKSIMILE

shares |

InMagelang.com, Apakah Kamu Tahu? - Dalam perjalan panjang sejarang tekonologi komunikasi, faksimile pernah melakoni peran yang cukup vital, bahkan mungkin hingga saat ini. Mesin faksimile mampu mengirimkan dokumen yang persis sama dengan dokumen aslinya. Isi dokumen tersebut dikirim dengan menggunakan jaringan telepon ke mesin faksimile penerima yang hasilnya kemudian di cetak di atas kertas. Konon, kata faksimile berasal dari bahasa latin, yak ni fac simile, atau dalam bahasa Inggris disebut make similar, yang berarti “membuat salinan serupa dengan aslinya”.

Perangkat mesin faksimile, yang di beberapa negara Eropa dikenal juga dengan sebutan telecopier, boleh dikatakan sebagi mesin tulis jarak jauh.

Siap sangka, mesin canggih ini tercipta dari tangan seorang anak petani miskin. Ya, penemu mesin faksimile adalah Alexander Bain, seorang manusia biasa yang dilahirkan di sebuah desa antah-berantah bernama Walten, yang terletak di pedalaman Skolandia. Bein, kelahiran 1811, di masa kecilnya bukanlah sosok yang istimewa. Semasa bersekolah pun ia tak pernah menorehkan prestasi yang dapat dibanggakan. Usai lulus pendidikan formal, Bain merantau ke kota untuk mengadu nasib.

Bain menyambung hidupnya dengan menjadi pekerja magang pada seorang pembuat jam di kota itu.
Setelah cukup mempelajari seni membuat jam, Bain ingin melangkah lebih jauh lagi. Ia menuju ibu kota Skotlandia, Edinburgh untuk menerapkan keahlianya membuat jam. Taklama di Edinburgh, Bain memutuskan hijrah ke London. Bain tiba di pusat peradaban Inggris itu pada 1837. Selain bekerja harian, Bain juga menempuh studi di sebuah institut dan aktif di galeri seni bernama Adelaide Gallery. Hingga pada kahirnya, Bain mampu memiliki galeri sendiri, tempat di mana ia meneliti seluk beluk peralatan yang berhubungan dengan jam dan alat komunikasi.

Berawal dari kesenangannya mengutak-atik jam itulah Bain pada kahirnya berhasil menciptakan mesin faksimile. Antara tahun 1840 – 1841, Bain bisa membuat jam elektrik. Ia mencoba mengembangkan hasil temuannya tersebut menjadi alat komunikasi yang disebut telegraf. Pada t ahun 1842, Bain sudah menciptakan mesin telegraf sederhana yang bisa mengirim teks dan gambar bergaris. Bain adalah orang yang memasang jalur telegraf pertama di jalur kereta api di seoanjang Edinburgh dan Glasgow. Setahun kemudian, di Amerika Serikat, seorang ilmuwan lain bernama Samuel Morse (penemu sandi morse) telah mampu menyelesaikan jalur telegraf pertama untuk kepentingan komersial.

Di tahun yang sama, Bain justru sudah asyik dengan percobaan lainnya. Pada 1843 itu, Bain memadukan pengetahuannya tentang jam elektrik dan telegfar untuk menciptakan mesin yang bisa menyalin dan mengirimkan tulisan sama persis ke alamat tujuan. Komponen utama dari moyangnya mesin faksimile ala Bain ini terdiri dari dua buah pendulum.

Pendulum pertama difungsingan sebagai mesin pengirim, sedangkan pendulum kedua berperan sebagai mesin penerima. Teks yang akan dikirim terlebih dahuku dicetak dengan motif timbul pada plat metal. Prinsip ini sama dengan cara kerja pada percetakan koran atau plat kendaraan bermotor di mana huruf atau angka dicetak timbul pada lempengan plat metal.

Untuk mengoperasikan mesin faksimile sederhana buatannya, Bain memasang metal point atau titik yang menonjol pada ujung pendulum pengirim. Metal point ini bisa berupa sikat dari logam yang tajam atau diruncingkan. Saat mesin di jalankan, pendulum pengirim akan bergerak maju mundur dengn ritme tempo yang tetap, serupa dengan prinsip bandul jam dinding gaya klasi yang bergerak konstan dari kiri ke kanan dan sebaliknya.

Setiap kali pendulum pengirim bergerak, maka ujung sikat atau metal point akan menyapu huruf atau angka dalam teks yang terukir pada plat metal. Saat ujung sikat menyentuh teks inilah terdapat arus listrik, yang mengalir melalui teks, yang akan diteruskan menyusuri sepanjang kawat jaringan telegraf menuju kota tujuan di mana di sana sudah siap pendulum kedua yang akan menerima dan kemudian menyalin isi teks yang telah dikirim.

Mesin faksimile ciptaan Bain bahkan mampu mengirimkan gambar sederhana. Prosess kerjanya sama dengan metode pengiriman teks, perbedaannya hanya terletak pada cetakan plat metal. Jika hendak mengirim teks, maka yang di cetak di plat metal adalah angka tau huruf, demikian pula dengan cara kerja pengirirman gambar.

Bain telah mematenkan leluhur mesin faksimile hasil temuannya secara resmi pada 27 Mei 1843. Meskipun pada waktu-waktu selanjutnya dilakukan pengembangan yang cukup signifikan terhadap mesin faksimile, namun Bain tetap di akui sebagai orang pertama yang berhasil merumuskan prinsip-prinsip dasar mesin jarak jauh itu. Nama Alexander Bain, yang wafat pada 2 Januari 1877, telah melegenda dan menjadi kebanggaan bagi orang Skotlandia.