Penisilin Adalah Penemuan Paling Bermanfaat Untuk Dunia Pengobatan, Siapakah Penemu Penisilin?

shares |

InMagelang.com, Apakah Kamu Tahu ? - Penemuan penisilin menjadi salah satu penemuan  yang paling bermanfaat bagi dunia ilmu pengobatan. Salah satu kegunaan penislin adalah sebagai obat antibiotik untuk mengobati luka. Penisilin mempunyai kekuatan ampuh untuk membunuh bakteri namun tidak merusak sel tubuh dan tidak berbahaya bagi manusia. Selama berlangsungnya Perang Dunia I, Perang Dunia II, dan sejumlah peperangan lainnya yang terjadi di awal abad ke-20, kehadiran penisilin sangat di butuhkan dan telah menyelamatkan jutaan nyawa manusia.

Tokoh yang sangat berjasa dalam upaya penemuan penisilin adalah Alexander Fleming. Orang Britania ini dilahirkan pada 6 Agustus 1881 di Lchfield, Skotlandia. Fleming menempuh jenjang pendidikannya di Lauden Moor School, Darven School, Akademi Kilmarnock, hingga kemudian kuliah di sebuah akademi kesehatan. Setelah luslus, Fleming sempat bergabung dengan sebuah perusahaan pelayaran. Kendati tidak menyukai bidang itu, Fleming terpaksa tetap bekerja agar memperoleh penghasilan untuk bertahan hidup.

Nasib baik menghampiri Fleming. Ia mendapat jatah warusan dari salah seorang kerabantnya. Berkat perolehan itulah Fleming bisa melanjutukan studi di sekolah kedokteran St Mary di London,Inggris. Disini, Fleming memfokuskan diri pada kajian pengobatan vaksinasi dan imunitas. Setelah sekolahnya selesai, Fleming semakin intens melakukan riset medisnya. Pada 1914, peperangan hebat melanda sebagian besar wilayah Eropa. Tanah Britanisa pun turut terlibat dalam polemik yang terkenal dengan Perang Dunia I ini.

Melihat banyaknya korabn yang berjatuhan akibat perang, Fleming tak tinggal diam. Ia mendaftarkan diri untuk ikut dalam korps dokter militer. Ia melihat fakta yang terjadi di lapangan, bahwa antibiotik digunakan untuk mengobati infeksi pada luka  yang banyak diderita oleh tentara perang ternyata justru merusak sel-sel tubuh ketimbang membunuh bakteri. Fleming kemudian   berpikir, yang isa perlukan saat itu antibiotik yang mujarab untuk mematikan kuman demi mencegah infeksi namun tetap aman  bagi kesehatan tubuh manusia.

Disela-sela perang, Fleming melanjutkan risetnya dalam upaya menciptakan obat yang diinginkan. Ketika Perang Dunia I usai pada 1918, Fleming masih belum menemukan formula yang tepat untuk membuat antibiotik yang ampuh sekaligus aman dgunakan. Resetnya terus berlanjut hingga tahun 1922, Fleming menyadari bahwa si dalam tubuh manusia sebenarnya mengandung zat-zat yang ia perlukan. Zak dimaksud adalah beberapa enzim yang terkandung di air mata dan lendir. Misalnya lendir yang terdapat di dalam hidung. Enzim-enzim ini ditengarai mampun membasmi bakteri dengan cepat dan tepat.

Akhirnya, lewat kajian yang tak disengaja, Fleming berhasil menuntaskan risetnya di tahun 1928, ia menemukan hasil yang menggembirakan. Bahwa jamur janis Pencilium Notatum ternyata mampu menghambat pertumbuhan bakteri, bahkan membunuhnya. Nama jenis jamur itulah yang kemudian dikenal sebagai penisilin yang dugunakan Flemng sebagai bahan utama untuk membuat antibiotik yang telah lama ia idam-idamkan.

Pada tahun1929, Fleming memproklamirkan penemuannya kepada publik. Dengan yakin Fleming mengklaim  bahwa penisilin temuannya akan sangat berguna bagi dunia pengobatan. Sayangnya, ia belum menemukan cara untuk memurnikan penisilin sehingga penemuan ini pun tidak ditindaklanjuti lebih jauh oleh pihak-pihak yang berkompeten. Perlu satu dasawarsa untuk membangkitkan kembali keampuhan penisilin. Pada 1939, dua orang periset dari Universitas Oxford, Inggris, yakni Howard Walter Florey dan Ernst Boris Chain itu berhasul menemukan cara memurnikan penisilin.

Pengembangan riset tentang penislin terus berlanjut, apalagi Perang Dunia II mulai berkoar pada 1939 itu sehingga antibiotik akan sangat dibutuhkan. Setelah sebelumnya diujicobakan terhadap binatang, pada tahun 1941 penisilin dijajal untuk mengobati manusia. Hasilnya sungguh luar baiasa, penisilin terbukti sangat manjur untuk membunuh bakteri, mencegah infeksi, serta menyembuhkn luka. Penisilin segera diprodusi secara masal, terutama di Inggris dan Amerika.

Penisilin dalam jumlah besar telah tersedia sebagai salah satu obat pokok untuk mengobati tentara yang terluka dalam Perang Dunia II. Akhirnya, setelah peang usai pada 1945, penisilin telah menyelamatkan jutaan nyawa manusia. Fleming adalah sosok yang paling berjasa atas penemuan psnisilin. Jasa Fleming pun memperoleh apresiasi berupa Nobel di bidang kedokteran pada 1945 bersama dua orang ilmuwan Oxford yang juga sangat berjasa dalam pengembangan penisilin, yakni Forey dan Chain.

Selain itu, Fleming dipercaya untuk memimpin Perkumpulan Mikrobiologi Umum, angota The Pontifical Academy of Science, dan anggota kehormatan hampir di semua komunitas kedokteran maupun oraganisasi kaum ilmuwan dan cendekia. Namun, Fleming harusmengakhiri hidupnya akibat serangan jantung. Sang penemu penisilin ini wafat pada 11 Maret 1955 dan dikebumikan di London,Inggris.