News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Beno Gutenberg Si Penemu Penyebab Gempa

Beno Gutenberg Si Penemu Penyebab Gempa

👍 Biasakan membaca artikel sampai selesai yappp man teman 😍 🙈, dan biasakan membaca dulu baru berkomentar 😅. supaya tidak ada dusta di antara kita, xixixi 🙏 😜
Sosok, InMagelang.com - Selain Charles Francis Richter, Beno Gutenberg menjadi sosok yang boleh dibilang paling berjasa dalam hal-hal penelitian  tentang gempa bumi. Bersama kolega sekaligus anak diidiknya itu, Beno Gutenberg bahu-membahu berupaya mencari cara supaya gempa bumi bisa dideteksi.

Nama belakang Charles Franci Richter kemudian diabadikan untuk menyebut satuan ukuran kekuatan gempa bumi. Sedangkan Gutenberg sudah puas berdiri di belakang layar karena tidak terlalu disorot publik kendati sebenarnya Gutenberg-lah yang menjadi mentor bagi Richter. Beno Gutenberg orang yang pertama kali bisa mendeteksi dan menemukan penyebab terjadinya gempa bumi.

Sebelum Gutenberg mengemukakan hasil penelitiannya, orang-orang mengira gempa bumi bisa terjadi karena disebabkan badai dan gelombang laut yang sangat besar. Saking besarnya badan gelombang ini, bumipun menjadi berguncang, demikian yang terpikir dalam benar mereka.

Namun, perkiraan itu sama sekali tidak benar. Gutenberg berhasil menemukan bukti bahwa gempa bumi tektonik bisa terjadi karena adanya pergerakan dan benturan lempengan bumi.  Selain menemukan penyebab gempa bumi, Gutenberg juga berhasil mengidentifikasi inti bumi dan elemen-elemen bumi yang bersifat elastis. Ia juga menemukan perbedaan lapisan bumi di daratan dan lautan, termasuk lapisan bumi yang tipis di Samudra Pasifik.

Beno Gutenberg adalah putra Bavaria, dilahirkan di Darmstadt, Jerman, pada 1889. Oleh ayahnya yang memiliki bisnis pabrik sabun, Gutenberg sebenarnya diarahkan untuk mengikuti jejaknya menjadi seorang pengusaha. Namun, Gutenberg muda kurang berminat terjun ke rimba bisnis karena sudah terlanjur jatuh cinta kepada ilmu pengetahuan penegetahuan, khusunya terhadap fenomena berbagai gejala alam, termasuk gempa bumi.

Gutenberg memperoleh gelar sarjana dari Universitas Gottingen dan kemudian meraih gelar doktor dalam bidang geofisika dariperguruan tinggi yang sama 1911. Sebelumnya, yakni pada 1907, Gutenberg bertemu dengan Emil Wiechert. Sebagaimana diketahui, Wiechert adalah seorang ilmuwan yang telah berhasil menciptakan seismograf atau alat pendeteksi gempa bumi. Inilah awal ketertarikan Gutenberg memperlajari seluk beluk gempa bumi. Di bawah bimbingan Wiechert, Gutenberg belajar mengoperasikan seismograf.

Dari pembelajaran awal tentang penggunaan seismograf untuk mendeteksi gempa bumi inilah Gutenberg kemudian mngembangkan penelitiannya lebih jauh lagi. Salah satunya adalah ketika Gutenberg melakukan riset untuk mengetahui penyebab gempa bumi yang terjadi di pesisir pantai Norwegia yang geuncangannya terasa hingga Gottingen di Jerman. Pada 1913, atau ketika usianya menginjak 24 tahun, Gutenberg memperoleh kesimpulan bahwa gempa bumi tektonik disebabkan oleh gerakan lempeng bumi. Lempeng bumi adalah lempengan batu raksasa yang tertanam di dalam perut bumi. Lempengan-lempengan itu mengapung di ata lapisan mantel bumi yang lunak dan terus bergerak. Pergerakan lempeng-lempeng yang terkadang mengalami benturan itulah yang berpotensi menyebabkan terjadinya gempa bumi.

Di tahun yang sama, yakni 1913. Gutenberg bergabung dengan Universitas Strasbourg. Perguruan tunggi ternama di Jerman ini kemudian digunakan sebagai markas besar Asosiasi Internasional Seismologi. Setahun kemudian, pada 1914, Perang Dunia I mulai meletus. Gutenberg terpaksa menghentikan pengembangan risetnya karena harus bergabung dengan Dinas Meteorologi Tentara Jermanselam Perang Dunia I. Selain itu, Gutenberg dihadapkan pada kenyataan pahit, ayahnya gugur akibat perang. Mau tidak mau Gutenberg harus melaksanakan wasiat sang ayah, yakni mengelola pabrik sabun yang dimiliki oleh ayahnya.

Kendati harus pontang-panting mengatur waktu antara urusan membela negara dan persoalan bisnis, Gutenberg tidak sepenuhnya menghentikan aktivitasnya di ranah ilmu pengetahuan. Justru selama fase yangberat itulah Gutenberg banyak menerbitkan makalah sebagai hasil penelitiannya. Karya-karya tulis hasil cipta Gutenberg itu memberikan pengaruh besar dan menjadi referensi yang sangat berguna bagi perkembangan geofisika. Gutenberg mengakhiri kariernya dengan menjadi pengajar senior di Universitas Frankfurt-am-Main pada 1926 dengan bayaran yang relatif rendah. Setelah pensiun, Gutenberg menghabiskan masa tuanya dengan tenang hingga wafat pada 25 Januari 1960 dalam usia 71 tahun.

Tags