Apakah Kamu Tau Siapa Si Penemu Kursi Listrik?

shares |

InMagelang.com, Apakah Kamu Tau - Melihat sebuah peristiwa yang mengenaskan ternyata justru menjadi inspirasi bagi Albert P. Southwick untuk menciptakan suatu penemuan baru. Di suatu malam di tahun 1881, Southwick, menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana seorang pemabuk tua menemui ajalnya karena tersetrum listrik dari sebuah generator yang sedang menyala. Southwick tertegun sekaligus takjub dengan insiden tersebut, ia terperangah melihat orang tua itu mati dengan sangat cepat dan sepertinya tanpa merasakan penderitaan sedikit pun. Tewas dengan sukses, langsung mati begitu saja.

Kematian cepat tanpa rasa sakit inilah yang kemudian dipikirkan secara serius oleh Southwick. Jika ia bisa menciptakan sebuah alat yang dapat merepresentasikan cara kematian yang seperti itu, maka alat tersebut diyakini akan sangat berguna untuk difungsikan dalam penerapan hukuman mati. Southwick berpendapat bahwa hukuman mati dengan langkah cepat dan tidak sempat merasakan sakit adalah lebih "bermartabat" ketimbang cara-cara hukuman mati lainnya, semisal hukuman pancung atau hukuman gantung.

Setelah melakukan penelitian, Southwick menyimpulkan bahwa tegangan listrik yang sangat tinggi bisa menjadi alternatif yang pantas dipertimbangkan sebagai salah satu cara untuk menghukum mati pesakitan yang memang telah divonis mati oleh pengadilan. Media pencabut nyawa yang akhirnya menjadi hasil pemikiran Southwick adalah kursi listrik. Untuk merealisasikan apa yang menjadi gagasan dalam benaknya, Southwick kemudian meminta dukungan dari orang yang paling berwenang di kota tempat tinggalnya, yakni David B. hill yang menjabat sebagai Gubernur New York, Amerika Serikat. Strategi ini ternyata berhasil dan akhirnya penerapan hukuman mati dengan kursi listrik di New York pun diresmikan penggunaannya sejak 1 Januari 1889.

Kursi listrik generasi pertama yang digagas oleh Southwick terbuat dari kayu yang digubah sedemikian rupa sehingga dapat mengalirkan listrik tegangan tinggi. Menjelang detik-detik pelaksanaan hukuman, seluruh rambut atau bulu yang menempel di badan si terpidana mati terlebih dulu harus dipangkas. Hal tersebut dilakukan supaya rambut atau bulu itu tidak terbakar akibat sengatan aliran listrik. Setelah seluruh bulu dan rambutnya dicukur, orang yang hendak dihukum mati lalu didudukkan di kursi listrik di mana bagian dada, pinggang, dan kaki si pesakitan diikat kuat-kuat ke kursi.

Untuk mempermudah aliran arus listrik, di kepala si terpidana mati ditempelkan busa yang telah dibasahi dengan air garam. Setelah itu, kepala yang telah licin tanpa rambut itu dipakaikan helm yang terbuat dari elektrode atau logam penghantar listrik. Di bagian kaki si pesakitan ditempelkan juga elektrode agar aliran sirkulasi listrik dapat dengan cepat mencapai tubuh sehingga si terhukum tidak sempat merasakan sakit.

Langkah terakhir, mata si pesakitan ditutup rapat. Setelah ada aba-aba, listrik dialirkan dengan tegangan antara 500-2000 volt. Tegangan listrik dialirkan selama kurang lebih 30 detik dan setelah itu dokter akan memeriksa apakah detak jantung si terhukum. Jika masih berdetak, maka diberikan sengatan listrik lagi hingga dapat dipastikan si terpidana mati sudah benar-benar mati.

Meskipun penerapan hukuman mati dengan kursi listrik sudah dilegalkan sejak 1 Januari 1889, namun eksekusi perdana baru terjadi pada 6 Agustus 1890, tepatnya jam 6 pagi waktu New York. Adalah William Kemmler yang tercatat dalam sejarah sebagai orang pertama di dunia yang hidupnya berakhir di kursi listrik. Ia didakwa bersalah karena telah membunuh kekasihnya.

Albert P. Southwick, si penemu kursi listrik, sejatinya berprofesi sebagai dokter gigi di New York. Lelaki kelahiran tahun 1826 ini juga menyandang gelar sebagai insinyur. Southwick hadir dalam eksekusi hukuman mati William Kemmler yang merupakan penerapan perdana bagi kursi listrik ciptaannya.

"Ini adalah puncak dari 10 tahun bekerja dan belajar. Kita hidup di peradaban yang lebih tinggi dari hari ini," ucap Southwick waktu itu. 

Selain berhasil menciptakan kursi listrik, Southwick juga tercatat sebagai penemu senapan mesin. Albert P. Southwick menghabiskan seluruh hidupnya di New York sampai wafat pada 1898.