News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Apakah Kamu Tahu?, Si Penemu Jumlah Hari Dalam Setahun!

Apakah Kamu Tahu?, Si Penemu Jumlah Hari Dalam Setahun!

InMagelang.com, Apakah Kamu Tahu? - Abu Abdullah Muhammad ibn Jabir ibn Sinan Al-Battani merupakan salah seorang ilmuwan muslim yang paling berjasa dalam sejarah perdaban manusia. Bagaimana tidak? Pakar astronomi asal Irak dengan brilian sukses merumuskan penghitungan jumlah hari dalam 1 tahun.

Meskipun sebagian besar masyarakat Islam di dunia pada waktu itu masih menganut penanggalan Hijriah dalam menjalani kehidupan sehari-hari, namun Al-Battani memiliki visi yang jauh ke depan. Ia berhasil menemukan jumlah hari dalam setahun dalam kalender tahun Masehi.

Hasil pemikiran Al-Battani yang didasarkan pada rumusan penghitungan waktu yang digunakan bumi untuk mengelilingi matahari, ia memperoleh keyakinan jika 1 tahun itu terdiri atas 365 hari, 5 jam, dan 24 detik. Perhitungan Al-Battani yang sangat rinci ini kemudian memperoleh pengakuan dunia dan dianut oleh mayoritas penduduk bumi hingga sekarang, bahkan sangat mungkin untuk selamanya.

Nama Al-Battani pun menjulang di tengah hiruk-pikuk semesta keilmuwan. Oleh kalangan ilmuwan dari Barat, si jenius dari Timur Tengah ini lebih dikenal dengan nama Albategnius.

Dilahirkan tidak jauh dari Kota Battan, Harran, Irak, Al-Battani diakui sebagai salah seorang pakar astronomi dan Matematika paling bersinar di Abad Pertengahan yang sering disebut sebagai Abad Gelap. Di kala Eropa mati suri lantaran terkungkung dalam dogma gereja yang disalahgunakan dan kemudian justru sangat membatasi kebebasan berpikir, Al-Battani menunjukkan kelasnya di ranah pemikiran yang pada era sebelumnya dikuasai oleh para pemikir dari benua biru Eropa.

Al-Battani memperoleh pengetahuan tentang astronomi, sains, dan Matematika dari ayahnya yang bernama Jabir ibn Sinan. Berbekal pembelajaran sedari dini itulah Al-Battani kemudian memperdalam ilmu-ilmu tersebut secara lebih serius dengan bersekolah di Kota Rakka yang terletak di tepi Sungai Efrat yang melegenda itu. Kira-kira pada penghujung abad ke-9, Al-Battani merasa sudah cukup menuntut ilmu di lembaga pendidik formal dan memutuskan untuk mengaplikasikan semua yang telah dipelajarinya dalam kehidupan nyata. Maka kemudian, Al-Battani hijrah ke Kota Samarra untuk menjajal pengetahuan dan kemampuannya di kerasnya dunia keilmuan.

Penemuan jenius Al-Battani yang dengan detail mampu merumuskan penghitungan hari dalam sewarsa ini bukan hal yang gampang dilakukan oleh ilmuwan mana pun. Al-Battani harus ekstra cermat sebelum mengumumkan hasil penghitungannya itu karena akan berdampak besar terhadap kehidupan manusia, termasuk untuk menentukan musim. Jika hasil rumusan Al-Battani ini terlanjur dijadikan sebagai rujukan namun ternyata tidak tepat, kekacauan dalam perputaran roda kehidupan sangat mungkin bisa terjadi.

Al-Battani tampaknya cukup jeli dalam menafsirkan proses perputaran bumi mengelilingi matahari dalam perhitungan periode tertentu sehingga ia bisa menghitung rincian waktunya dengan sangat jitu. Posisi matahari yang di masing-masing kawasan di belahan dunia terdapat perbedaan. Misalnya di Indonesia yang dilewati garis khatulistiwa, hanya terdapat 2 musim saja dalam setahun, yaitu musim hujan dan musim kemarau yang terjadi bergiliran setiap 6 bulan. Apabila penghitungan tentang waktu yang dilakukan oleh Al-Battani ternyata salah, maka perkiraan musim yang akan terjadi juga akan keliru.

Sebagai ilmuwan dari negeri Timur, Al-Battani tidak mau kalah dengan para pemikir dari benu seberang. ia bahkan berani mengkritisi teori Ptomely. Selain itu, Al-Battani juga merevisi perhitungan orbit bulan dan planet-planet yang beredar di tata surya. Ia dengan gemilang mampu membuktikan bahwa garis edar benda-benda langit itu berbentuk elips.

Al-Battani juga menegaskan bahwa perubahan posisi matahari adalah faktor utama yang memengaruhi pergantian musim kendati sekarang ini perubahan musim cenderung tidak terduga, bahkan cenderung ekstrem, sebagai dampak pemanasan global akibat aktivitas manusia yang mengabaikan keseimbang alam.

Selain berhasil merumuskan penghitungan hari dalam setahun dan sederet pemikiran brilian tentang tata surya dan alam semesta, Al-Battani juga terkenal sebagai pakar Matematika, Al-Battani berhasil menemukan beberapa rumus tentang trigonometri, termasuk teori tentang sinus, kosinus, tangen, dan kotangen yang masih digunakan dalam dunia Matematika dewasa ini. Dengan demikian, sejatinya sangat banyak hasil pikir dan temuan Al-Battani yang menjadi berpengaruh dalam berbagai disiplin ilmu, terutama di ranah astronomi, sains, dan matematika. Sang jenius dari Timur Al-Battani menghembuskan napas terakhir di Samarra pada 929 M.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.