News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kenalan Karo Pasar Pahingan, Mengaji Sambil Berbelanja

Kenalan Karo Pasar Pahingan, Mengaji Sambil Berbelanja

👍 Biasakan membaca artikel sampai selesai yappp man teman 😍 🙈, dan biasakan membaca dulu baru berkomentar 😅. supaya tidak ada dusta di antara kita, xixixi 🙏 😜
Pasar Pahingan, Adalah Pasar Yang Diadakan Tiap 40 Hari Sekali. Di Pasar Pahingan Tidak Hanya Ada Pasar Dadakan Saja Melainkan Juga Pengajian Yang Menjadi Daya Tarik Tersendiri Dan Ini Hanya Ada Di Magelang.

Pasar Pahingan Magelang ( Sumber @facebook Danu Sang Bintang )

InMagelang.com, Magelang Hari Ini - Datang ke Magelang pada saat Minggu Pahing bisa menjadi alternatif pilihan waktu berkunjung bagi wisatawan.

Di pusat kota Magelang tepatnya di kawasan alun-alun kota, digelar pasar Minggu Pahingan atau Paingan atau pasar tiban.

Pasang Pahingan Sendiri sama saja dengan pasar - pasar pada umumnya yang menyajikan beraneka ragam kebutuhan rumah tangga ditambah sajian kuliner khas Magelang.

Bedanya,

Pasar ini selalu berbarengan dengan Pengajian di Masjid Agung Kauman di bagian Barat alun-alun kota Magelang.

KAPAN DIADAKANNYA PASAR PAHINGAN


Dua event ini, Pengajian dan Pasar Paingan hanya diadakan setiap 35 hari sekali pada hari Minggu Pahing, sesuai penanggalan pasaran Jawa (selapan).

Pengajian di Masjid Agung Kauman sudah diadakan sejak tahun 1958. Sementara untuk pasar Paingan sendiri baru diadakan sekitar tahun 1967.

SIAPA PENGGAGAS / Pencipta PASAR PAHINGAN

Tiga orang ulama,

  • K.H. Chudlori dari Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam, 
  • K.H. Ahmad Haq dari Pondok Pesantren Watucongol dan 
  • K.H. Alwi dari Pondok Pesantren Salam Kanci yang pertama kali mengadakan pengajian di Masjid Agung Kauman ini.

Sementara itu 45 orang pengikut setia para ulama ini berinisiatif untuk berjualan jagung rebus, kacang rebus, singkong rebus, minuman ringan dan sebagainya. Pada saat itu hanya penganan dan minuman tradisional yang disediakan para santri itu.

BUKAN SEKEDAR MENCARI REJEKI


Pasar Paingan bukan hanya sekedar ekonomi, tapi kini lebih ke kearifan lokal yang sudah mengakar pada masyarakat setempat. Para pedagang sendiri mengatakan bahwa mereka datang ke Pasar ini bukan semata didorong motif ekonomi, namun motif silahturahmi dengan pedagang lain, motif spiritualitas untuk mendengarkan pengajian.

Jika wisatawan ingin melihat langsung berkah dari sebuah pengajian kepada mereka yang mau berusaha, disinilah momen yang tepat.

Acara pengajian membawa berkah bagi setiap pedagang yang sejak pagi membawa dagangannya ke alun-alun kota Magelang.

Mereka mendengarkan tausyiah sambil mencari berkah dari para warga sekitar yang berniat mengaji dan juga para wisatawan yang penasaran dengan PASAR PAHINGAN.

SEMPAT DI LARANG / DI PINDAHKAN LOKASINYA !!!


IKI WES DARI TRADISI Dan Merupakan Warisan Leluhur.

Lah Orang Luar Negeri Aja Sempat Tanya Kepada Saya Mengenai Pasar Pahingan.

MASAK>>>>> HARUS DI LARANG!!!!.... Iki Padahal Bisa Menjadi Daya Tarik Tersendiri Untuk Wisatawan, Dan Tentunya Semakin POPULAR PASAR PAHINGAN Maka Akan Semakin Banyak Pendapatan Buat Para PEDAGANG dan juga warga sekitar....

Aku ra bakal ngomong panjang lebar mengenai mengapa di larang saat itu. Wong aku dewe ya merasa ora mendapatkan alasan yang masuk akal, kalau karena masalah kebersihan, keindahan, maka sudah sepatutnya komunitas Pahingan langsung membersihkan tempat usai acara (BERESSSSS).

Wes masalah dilarang iki rasah dibahas meneh wong saiki wes beroperasi meneh seperti biasa dan bisa kita nikmati lagi, Pengajian sekaligus mencari rejeki ini.

Tags